RNI Buka 550 Gerai Rajawali Mart & Waroeng Rajawali di 2013

“Kami juga memberikan kemitraan kepada pemilik kedai, warung dengan memotong mata rantai karena kami kan langsung dari pabrik,”

Rajawali Mart akan melayani pesan antar

Jakarta - PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) (Persero) akan memperluas jaringan retail toko modernnya hingga 550 gerai di 2013. Setidaknya di bawah anak usaha PT Rajawali Nusindo, RNI membuka 350 gerai Rajawali Mart dan 200 gerai Waroeng Rajawali di Jawa, Bali dan Lombok. 

Dirut RNI Ismed Hasan Putro menjelaskan nantinya untuk Rajawali Mart akan difokuskan untuk membidik konsumen non rumah tangga dengan menjual produk seperti kebutuhan makanan dan minuman ringan.

“Kalau Waroeng itu untuk konsumen rumah tangga, karena jual minyak goreng beras. Rajawali mart di Kuto tidak ada beras karena membidik bule. Disana jual kondom, rokok dan bir” tutur Ismed di Kantor Pusat RNI Mega Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (13/2/2013).

Dari 550 gerai toko modern tersebut, RNI juga akan menawarkan kosep waralaba atau franchise. Disamping itu, RNI juga akan menggadeng beberapa BUMN dalam pendirian Rajawali Mart seperti pendirian di stasiun dengan menggadeng PT KAI (Persero) atau gerai di bandara dengan menggaet PT Angkasa Pura I & II (Persero).

“Ada tawaran KAI 48 stasiun bangun Rajawali Mart. Kita juga bikan di Bandara Ngurah Rai dan seluruh bandara kerjasama dengan AP (Angkasa Pura), pelabuhan juga dibuka dengan menggadeng Pelindo,” tambahnya.

Untuk gerai Rajawali Mart, hingga akhir tahun 2013, RNI berencana membuka hingga 50 gerai di Bali dari 15 gerai yang telah ada. Ismed beralasan, secara marjin, gerai di bali berkontribusi sangat besar terhadap laba. “Di Bali marjin bisa capai 100%,” cetusnya.

http://finance.detik.com/read/2013/02/13/134500/2168965/4/rni-buka-550-gerai-rajawali-mart-waroeng-rajawali-di-2013

.

Rajawali Mart Pertama Resmi Dibuka Di Kuta Bali

Denpasar - PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) membuka retail pertama mereka di Kawasan Kuta Bali. Bisnis retail pertama yang digarap oleh RNI ini adalah prioritas perusahaan untuk mendapatkan nilai tambah dari produk yang dijual.

“Ini yang pertama dibuka di Kawasan Kuta Bali. RNI ingin secara langsung masuk ke industri hulu dan hilir melalui bisnis retail dan komimen kami untuk memasarkan atas produk yang kami hasilkan,” ungkap Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro kepada detikFinance, Selasa (15/1/2013).

Menurut Ismed, ini adalah kali pertama Ia dan RNI masuk dalam bisnis retail. Dahulu RNI hanya memasarkan produk melalui tingkat agen. Dengan adanya retail Rajawali Mart secara langsung akan memutus mata rantai penjualan.

“Kami memotong mata rantai jadi dari pabrik langsung ke toko. Kami bekerja sama dengan 82 item produk lain. Kita masuk bisnis ini penuh resiko tetapi harga kami harga distributor. Saya optimis ini berdampak positif,” katanya.

Ismed menambahkan Bali ditunjuk sebagai tempat pertama kali pembukaan Rajawali Mart karena Bali merupakan daerah wisata. Tidak tanggung-tanggung, di bulan Januari ini RNI membuka 15 Rajawali Mart di Bali.

Untuk membangun satu unit Rajawali Mart, setidaknya RNI harus mengeluarkan kocek sebesar Rp 750 juta – 1miliar.

“Bali itu daerah wisata internasional. Kita ambil daerah wisatanya. Jabodetabek belakangan karena margin lebih menjanjikan. Investasi per unit itu adalah Rp 750 juta hingga Rp 1 miliar,” lugas Ismed.

(wij/ang)

http://finance.detik.com/read/2013/01/15/094849/2142255/4/rajawali-mart-pertama-resmi-dibuka-di-kuta-bali

.

Rajawali Mart akan melayani pesan antar

DENPASAR. Demi bersaing dengan ritel lainnya, Rajawali Mart siap melayani pesan antar (delivery order) untuk jenis produk gula. Hal ini disampaikan oleh Ismed Hasan Putro, Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), selaku pemilik Rajawali Mart.

Ismed menyebutkan, layanan pesan antar akan dilakukan jika konsumen membeli produk gula ataupun produk RNI dengan nominal Rp 250.000. Namun, layanan pesan antar tidak berlaku bagi pembelian produk non-RNI.

“Belanja Rp 250.000 khusus untuk gula, akan kami antar. Itu bagian dari service RNI semacam delivery order,” kata Ismed, Selasa (15/1). Tidak seperti layanan pesan antar pada umumnya, untuk layanan pesan antar ini, kata Ismed tidak di pungut biaya tambahan.

Layanan ini, kata Ismed adalah bagian dari rencana RNI untuk membuat produk gula miliknya laku di pasaran. Selain menjual ke pasar ritel, RNI sedang menjajaki kerja sama dengan PT Garuda Indonesia dan PT Merpati Airlines untuk memasok gula bagi maskapai penerbangan tersebut.

“Sedang kami jajaki dari tahun lalu. Rencananya pasok ke Garuda, Citilink dan Merpati,” kata Ismed. Sayangnya, Ismed masih belum tahu berapa besar jumlah pasokan untuk maskapai penerbangan tersebut. “Sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Ismed.

Untuk memenuhi permintaan maskapai penerbangan tersebut, RNI masih memproduksi gula kemasan dalam bentuk sachet. Saat ini, kemasan gula yang diproduksi oleh RNI memiliki kemasan 1 kilogram dan 500 gram.

http://industri.kontan.co.id/xml/rajawali-mart-akan-melayani-pesan-antar

.

RNI tawarkan kemitraan Rajawali Mart untuk BUMN

KUTA. PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sudah resmi berbisnis minimarket. Namun, perusahaan pelat merah ini mengaku tak ingin mencicipi sendiri gurihnya pasar minimarket. Hal ini disampaikan oleh Ismed Hasan Putro, Direktur Utama RNI di Kuta, Bali, Selasa (15/1).

Menurut Ismed, RNI akan menawarkan sistem kemitraan untuk mengoperasikan 350 unit Rajawali Mart bagi seluruh BUMN dan Koperasi BUMN. Diharapkan, pola kemitraan ini minimarket ini bisa menaikkan jumlah minimarket rajawali Mart menjadi 500 gerai di akhir tahun. Mengenai investasinya, Ismed bilang, satu outlet butuh biaya Rp 750 juta hingga Rp 1 miliar.

Selain menawarkan kemitraan, Rajawali Mart juga akan memberikan harga khusus bagi pedagang kecil. Ismed bilang, untuk toko kecil akan diberikan harga khusus berupa diskon 10% dari harga “Kami juga memberikan kemitraan kepada pemilik kedai, warung dengan memotong mata rantai karena kami kan langsung dari pabrik,” jelas Ismed.

Adapun dana yang disediakan para pemilik kedai ini dengan sistem kemitraan ini mencapai Rp 65 miliar. Dana ini kemitraan dengan pedagang kecil itu berasal dari program PKBL milik RNI. Bagi BUMN lainnya, kata Ismed, Rajawali Mart  akan menyediakan tempat untuk menjual produknya.

Artinya, Rajawali Mart tak hanya menjual produk RNI saja, melainkan juga menjual produk BUMN lainnya seperti teh Walini milik PTPN VIII dan teh Rolas milik PTPN XII. “Ini bukan untuk proyek keuntungan semata tetapi juga untuk komitmen sinergi dengan BUMN lainnya,” terang Ismed.

Di Rajawali Mart, selain menjual produk BUMN lain, Ismed juga menjalin kerjasama dengan 82 perusahaan pemasok lainnya seperti Unilever dan Philips.

http://industri.kontan.co.id/xml/rni-tawarkan-kemitraan-rajawali-mart-untuk-bumn

 

Tag:

2 Komentar to “RNI Buka 550 Gerai Rajawali Mart & Waroeng Rajawali di 2013”

  1. Mw tp dana nya ga ada..

  2. Saya ingan tau syarat2 utk membuka franchise warung rajawali atau rajawali mart di menado dan contact personnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 237 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: