BP Migas: Pemanfaatan Sumur Tua Sah Saja Asal Sesuai Peraturan
BP Migas tidak akan menghalangi siapa saja yang ingin memanfaatkan sumur tua, asalkan sesuai peraturan dan mengindahkan keselamatan jiwa dan lingkungan.
Jakarta, Aktual.co — Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi tidak menghalangi masyarakat yang ingin memanfaatkan sumur tua di Kabupaten Musi Banyuasin untuk berproduksi kembali, seperti tertuang dalam Peraturan Kabupaten Nomor 26 Tahun 2007.
“BP Migas tidak akan menghalangi siapa saja yang ingin memanfaatkan sumur tua (beroperasi di bawah tahun 1960), asalkan sesuai dengan peraturan dan mengindahkan keselamatan jiwa dan lingkungan,” kata Kepala Kantor Perwakilan BP Migas Sumsel Setia Budi di Palembang, Minggu, ketika ditanya tindak lanjut penanganan ledakan di penampungan minyak ilegal beberapa waktu lalu.
Ia menerangkan pihak yang berminat dapat melayangkan surat resmi ke BP Migas untuk ditindaklanjuti dengan melakukan studi kelayakan. “Minat memanfaatkan sumur tua di Muba tentu ada mengingat terdapat lebih dari 20 titik. Hanya saja, harus diamati secara seksama mengenai hal yang melatarinya,” ujarnya.
Ia melanjutkan, pihaknya terpaksa berhati-hati memberikan izin mengingat sejumlah oknum menjadikan sumur tua sebagai tempat penampungan sementara minyak hasil curian secara ilegal tapping (dengan cara melubangi pipa PT Pertamina).
“Bukan hal yang sulit untuk menilai keseriusan seseorang dalam memanfaatkan sumur tua, karena tidak mungkin mau jika biaya ekplorasi kurang dari hasil yang didapat,” katanya.
Menurut dia, kandungan minyak mentah dalam sumur tua terbilang rendah atau kurang dari 10 barrel perhari. “Anehnya, sebuah sumur tua bisa menghasilkan ratusan barrel per hari, jika dicek spesifikasi pasti kandungannya sama dengan minyak yang melalui pipa Pertamina,” ujarnya.
Ia melanjutkan, malahan setelah diterbitkan peraturan kabupaten membuat aksi ekstrim sejumlah oknum tak bertanggung jawab dengan mencaplok sumur milik Pertamina dan Conoco Philips yang sudah tidak berproduksi.
Saat ini, grafik pencurian minyak terus meningkat dengan rata-rata 2.000 barrel perhari atau 17 persen dari total penyaluran minyak dari PT Pertamina Temino ke PT Pertamina Plaju.
Pada semester I tahun 2012 terdapat 351 kasus ilegal tapping dalam jarak sekitar 265 Km dari Temino ke Plaju.
“Sumsel dibebani target 10 persen (sekitar 70.000 barrel) dari produksi nasional sebesar 950 ribu barrel. Namun dengan pencurian minyak rata-rata 2.000 barrel per hari membuat pesimis akan tercapai sampai akhir tahun,” ujarnya.
Minyak Pertamina Sering Dicuri, Ini Komentar Dahlan Iskan
Jakarta – Pipa minyak Pertamina yang berada Tempino-Plaju, Sumatera Selatan seringkali jadi korban pencurian. Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta Pertamina terus mengadukan ini ke pihak keamanan.
Dahlan mengatakan, pipa milik Pertagas (anak usaha Pertamina) di Sumsel tersebut menyalurkan 2.000 barel minyak dan aksi pencurian sudah makin parah.
“Pertamina tidak disiapkan organisasinya mengatasi persoalan itu. Itukan sudah menyangkut jaringan yang begitu luas, Pertamina bisanya mengadu kepada pihak keamanan. Karena di negara ini ada pihak yang menangani keamanan,” tegas Dahlan saat ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (3/10/2012).
Dahlan menyatakan, dirinya sudah tahu soal aksi pencurian minyak ini. Dirinya menegaskan, Pertamina tak boleh hanya diam.
Sebelumnya, Manajer Humas Pertamina EP Agus Amperianto mengatakan, dari Januari-17 September 2012, pengiriman minyak mentah Pertamina EP ke kilang pengolahan hilang rata-rata sebanyak 17%.
Menurut Agus, dalam sebulan Pertamina EP mendistribusikan minyak mentah sebanyak 330.000 barel per bulan atau dengan rata-rata per hari mencapai 11.000 barel.
“Setelah kita hitung ternyata kehilangan pengiriman minyak kami sebesar 17%, atau hingga 17 September mencapai 232.000 barel jika dirupiahkan mencapai Rp 198,3 miliar lebih,” ujar Agus.
Hari ini, minyak Pertamina yang dicuri oleh kawanan pencuri meledak dan menimbulkan korban tewas dan luka-luka yang tak lain adalah pencuri itu sendiri.
Kebakaran terjadi di dekat jalur pipa Tempino-Plaju di kilometer 219 Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Deputi Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Gde Pradyana pernah mengatakan, sudah puluhan tahun minyak mentah Indonesia khususnya di Sumatera Selatan, Tempino-Plaju dicuri. Dalam setahun ratusan miliar melayang, dan pelaku pencurian saat ini sudah ‘berjamaah’ mencapai 3.500 orang lebih.
.
Migas Dikuasai Asing, Dahlan : Itu Bukan Salah Siapa-siapa
JOGJA—Perusahaan asing masih mendominasi proyek migas di tanah air hingga 75%. BUMN ditargetkan merebut proyek yang dianggarkan Rp200 triliun per tahun tersebut mulai tahun depan.
Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam rapat koordinasi Kementerian BUMN bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Hotel The Sahid Rich Jogja, Rabu (10/10/2012) menyatakan, dari total Rp200 triliun proyek yang dianggarkan BP Migas, 75% pengerjaanya masih dilakukan pihak asing.
Dahlan menilai, kondisi tersebut bukan salah siapa-siapa hanya BUMN saja yang belum mampu merebut pengerjaan proyek tersebut. Lantaran terkendala kemampuan SDM dan teknologi. Karena itu pula mulai tahun depan, BUMN menurutnya harus sudah mulai merebut pengerjaan proyek migas itu. Namun pengerjaanya tak dapat sekaligus. “Ini kita harus merebut, kita masih rumuskan sekarang. Tahun depan bisa merebut berapa persen, tahun depanya lagi berapa persen. Itu nggak bisa langsung karena harus meningkatkan kemampuan,” tuturnya.
Sebelumnya Dahlan meminta tujuh BUMN dapat memenangi tender yang diselenggarakan oleh BP Migas. Ketujuh BUMN itu adalah PT Rekayasa Industri Persero, PT Pertamina Persero, PT Asuransi Jasindo Persero, PT Waskita Karya Persero, PT Wijaya Karya Tbk, PT Adhi Karya Tbk, serta PT Hutama Karya Persero.
Terkait, bidang sumber daya energi pula, dalam rapat koordinasi Dahlan Iskan mengungkapkan Pertamina telah menemukan sumur minyak tua di daerah Sungai Lilin Sumatera Selatan. Produktifitas sumur ini diklaim mencapai hingga delapan kali lipat dari yang ada saat ini. Pertamina akan fokus menggarap sumur tua tersebut serta menggarap kembali ladang minyak lama sejumlah 56 blok.
sumber : http://gaul.solopos.com/migas-dikuasai-asing-dahlan-itu-bukan-salah-siapa-siapa-337867.html
.
75 Persen Proyek Minyak dan Gas Dikuasai Asing
TEMPO.CO , Yogyakarta - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan mengatakan sebesar 75 persen proyek minyak dan gas dikuasai oleh perusahaan asing.
Dari anggaran yang digelontorkan sebanyak Rp 200 triliun oleh BP Migas tahun depan, sebanyak 75 persennya masih dikerjakan oleh perusahaan asing. Namun, kata Dahlan, itu bukan salah-siapa. “BUMN hanya belum mampu merebut proyek itu,” kata Dahlan di The Sahid Rich Hotel, Yogyakarta, saat acara pengarahan Presiden Susilo Yudhoyono, Rabu 10 Oktober 2012.
Sebab, kata dia, BUMN masih terkendala kemampuan umber daya manusia dan teknologi. Namun, mulai tahun depan BUMN harus mulai merebut pengerjaan proyek minyak dan gas itu.
Sayangnya, pengerjaan proyek minyak dan gas tidak otomatis bisa dilakukan. Sebab, masih akan dirumuskan dalam perebutan proyek itu. Caranua pun tidak sekaligus semua doamnbil alih. Tetapi dengan bertahap. Misalnya tahun depan bisa mengambil beberapa persen lalu bertambah dari tahun ke tahun. “Merebutnya juga tidak bisa langsung, juga kita masih harus mingkatkan kemampuan,” kata Dahlan.
Tender-tender pengerjaan minyak dan gas oleh BP Migas harus dimenangkan oleh BUMN-BUMN. Ia meminta tujuh BUMN untuk bisa memenangi tender. Yaitu PT Pertamina, PT Rekayasa Industri, PT Asuransi Jasindo, PT Wijaya Karya, PT Waskita Karya, PT Adhi Karya dan PT Hutama Karya Persero.
Ia menyatakan, PT Pertamina telah menemukan sumur minyak tua di daerah Sungai Lilin Sumatera Selatan. Cadangan minyak di sumur itu mencapai delapan kali lipat dari yang sudah dieksplorasi. Pertamina akan fokus menggarap sumur tua tersebut serta menggarap kembali ladang minyak lama sejumlah 56 blok. “Nanti akan ada 100 atau 150 pekerja yang juga menginap di lokasi untuk mempelajari dan mengeksplorasi,” kata Dahlan.
http://www2.tempo.co/read/news/2012/10/11/090434998/75-Persen-Proyek-Minyak-dan-Gas-Dikuasai-Asing




















