“Biar saja buruh pabrik disitu yang ngambil. Pohonnya juga rindang, di kawasan panas seperti Cakung itu ya perlu pohon itu,”

JAKARTA - Kawasan Berikat Nusantara (KBN) yang berada di Cakung Jakarta Timur akan ditanami 5.000 pohon sukun. Pohon sukun itu nantinya akan menjadi ciri khas dari keberadaan KBN.
“Biar saja buruh pabrik disitu yang ngambil. Pohonnya juga rindang, di kawasan panas seperti Cakung itu ya perlu pohon itu,” kata Menteri BUMN Dahlan Iskan, kepada wartawan, di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (20/11/2012).
Dahlan memperkirakan dari setiap satu pohon akan berbuah sekira 500 buah dalam kurun waktu satu tahun. Karenannya, Dahlan akan mengajak Doktor Sudrajat yang merupakan ahli dari tanaman sukun untuk mempelajari letak geografisnya.
Selain itu, Dahlan menginginkan di sepanjang ruas tol ditanami tumbuhan sukun. “Saya pingin sepanjang jalan tol seluruhnya ditanami sukun. Rindang dan berbuah,” kata Dahlan.
Dia mengungkapkan, nantinya disepanjang tol sepanjang enam kilometer di seluruh jalan di KBN akan di tanami sukun. “Di tengah dan samping jalan tol, ya kira-kira 5.000 pohon, itu sudah cukup banyak,” tukas Dahlan. (mrt)
.
Dahlan ingin tanam pohon sukun di sepanjang jalan tol
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyampaikan keinginannya untuk menanam pohon sukun di sepanjang jalan tol. Keinginannya menanam pohon sukun agar jalan tol lebih rindang. Selain itu, buah sukun bisa dimanfaatkan untuk dikonsumsi.
“Saya pengen dan ini masih dalam pikiran saya di jalan tol ditanami sukun karena rindang dan berbuah,” ungkap Dahlan di Kantornya, Jakarta, Selasa (20/11).
Untuk tahap awal percobaan, penanaman pohon sukun ini akan dilakukan di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) di Cakung. Mantan Dirut PLN ini menuturkan, kondisi KBN di Cakung sangat gersang, sehingga Dahlan berencana menanam 5.000 pohon sukun di kawasan industri pelat merah tersebut.
“Ini akan menjadi ciri khas KBN (ada sukun). Satu pohon itu bisa berbuah 500 buah dalam setahun. Kalau 5.000 pohon dikali 500 kan banyak sekali,” jelasnya.
Menurut Dahlan, buah dari sukun tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh para buruh pabrik KBN. Langkah ini diklaim sangat produktif membuat kawasan rindang dan bermanfaat bagi buruh pabrik.
Untuk mengembangkan impiannya itu, BUMN juga telah bekerjasama dengan doktor dari IPB. “Biar saja buruh pabrik ambil dan makan di rumah daripada pohon tidak produktif dan juga sukun itu rindang. Cakung itu gersang maka perlu sukun,” imbuhnya.


















