“Dengan adanya lisensi tersebut, Telin siap untuk mengadakan layanan Global System for Mobile Communication (GSM) dan 3G di Timor Leste dengan total investasi kurang lebih US$ 50 juta untuk lima tahun pertama,”

NUSA DUA-Indonesia melalui PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) melakukan ekspansi pasar telekomunikasi internasional ke Timor Leste melalui anak perusahaannya yakni PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin).
“Kami tertarik investasi di Timor Leste karena di sana masih jernih dan baru ada satu operator,” kata Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Internasional, Syarif Syarial Ahmad, dalam pertemuan Telkom Internasional Tahunan (BATIC) di Nusa Dua, Rabu (11/7).
Ia mengatakan, di Timor Leste baru ada satu operator yang masih memonopoli pasar telekomunikasi sehingga harganya tinggi.
Menurutnya seluruh kompetensi akan ditempatkan di negara tetangga itu di antaranya kekuatan jaringan melalui operator seluler Telkomsel, pelayanan konsumen, informasi media, hingga pusat data.
Anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu tidak tanggung-tanggung menanamkan modalnya untuk tiga tahun pertama sebesar 30 juta dolar AS, baik untuk telepon maupun internet internasional.
Jumlah itu digunakan untuk membangun dan menyiapkan kekuatan jaringan di antaranya menara telekomunikasi, sistem pembayaran, dan bisnis hingga tiga tahun ke depan.
Pasar Timor Leste itu dinilai merupakan pasar yang cukup potensial untuk dikelola sehingga pihaknya berani menargetkan 400 ribu pengguna dalam satu tahun.
Selain pasar, letak geografis antara dua negara yang dekat juga menjadi peluang yang memudahkan perusahaan anak negeri berkembang ke luar negeri. Namun pihaknya kini tinggal menunggu lisensi secara resmi untuk masuk ke pasar Timor Leste.
“Kami sudah ditetapkan sebagai pemenang tender dan tinggal menunggu lisensi,” tambahnya.(ant/hrb)
sumber : investor.co.id
.
Telkom dapat Lisensi Seluler di Timor Leste
JAKARTA–MICOM: PT Telkom melalui salah satu anak perusahaannya yaitu PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), Telkom memperoleh lisensi spektrum untuk layanan telepon seluler pada frekuensi 850 MHz, 900 MHz dan 2.1 GHZ serta registrasi layanan provider di Timor Leste.
“Dengan adanya lisensi tersebut, Telin siap untuk mengadakan layanan Global System for Mobile Communication (GSM) dan 3G di Timor Leste dengan total investasi kurang lebih US$ 50 juta untuk lima tahun pertama,” kata Direktur Utama Telkom Arief Yahya di Jakarta, Selasa (23/10).
Telin akan menyediakan layanan lengkap di Timor Leste dengan dukungan kuat dari PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Telin menyediakan layanan inti dalam bentuk wireless broadband, solusi bisnis, dan gaya hidup digital. Selain itu, Telin juga akan memberikan layanan berbasis jaringan, seperti servis data dan transit Internet Protocol (IP)
Pada layanan broadband, jumlah pelanggan layanan pita lebar meningkat sebesar 42,5% menjadi 15,9 juta pelanggan yang berarti Telkom memiliki jumlah pelanggan broadband terbesar di Indonesia.(*/X-13)
sumber : mediaindonesia.com
.
Telkom: Akan Operasikan Operator GSM di Timor Leste
DERING.CO.ID (Bandung): Sobat Dering, PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), anak perusahaan Telkom memperoleh lisensi spektrum untuk layanan telepon seluler pada frekuensi 850 MHz, 900 MHz dan 2.1 GHZ serta registrasi layanan provider di Timor Leste.
Dengan adanya lisensi tersebut, Telin siap untuk mengadakan layanan Global System for Mobile Communication (GSM) dan 3G di Timor Leste dengan total investasi kurang lebih US$ 50 juta untuk lima tahun pertama.
Telin akan menyediakan layanan lengkap di Timor Leste dengan dukungan kuat dari PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Telin menyediakan layanan inti dalam bentuk wireless broadband, solusi bisnis, dan gaya hidup digital. Selain itu, Telin juga akan memberikan layanan berbasis jaringan seperti servis data dan transit Internet Protocol (IP)
Syarif Syarial Ahmad, kiri (sumber : tabloidcleopatra.com)
Menurut Dirut PT Telin Syarif Syarial Ahmad, investasi akan dikucurkan dalam 15 tahun ke depan dengan target 400.000 pelanggan di tahun 2017, atau mencapai 43% dari pangsa pasar yang saat ini masih dipimpin Timor Telecom (operator seluler milik Pemerintah Timor Leste).
Dia mengungkapkan pihaknya berencana membangun sarana terrestrial microwave dan kabel optik di Atambua, sebuah kota perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. “Kami akan menggandeng Telkomsel untuk menjalankan rencana ini, kami akan kerjasama dengan mereka, ” katanya dalam keterangan pers di telkom.co.id. (**)


















