Dahlan Iskan Slametan Rumah Baru

“Ini kali pertama Pak Dahlan ke rumah dinas, makanya diadain pengajian, karena mau masuk rumah,” 

TEMPO.COJakarta - Sejak menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara, 19 Oktober 2011 lalu, Dahlan Iskan belum pernah bertandang ke rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra IV Nomor 15, Jakarta Selatan. Mantan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara itu baru mengunjungi rumah bercat putih itu pada Senin malam, 6 Februari 2012. Dahlan tidak datang sendiri ke rumah tersebut, ia ditemani kerabat dekatnya seraya menggelar pengajian.

“Ini kali pertama Pak Dahlan ke rumah dinas, makanya diadain pengajian, karena mau masuk rumah,” kata Utari, seorang tamu di pengajian Dahlan. Utari sendiri datang ke pengajian itu karena diundang seorang keponakan Dahlan. Utari sendiri berasal dari Magetan, tempat kelahiran Dahlan. “Yang datang memang kerabat dekat dari Magetan dan Samarinda, asal istri Pak Dahlan,” ujarnya.

Rumah dinas Dahlan bertempat di perumahan menteri, Widya Chandra. Kala melintasi pagar, yang pertama terlihat adalah halaman yang mampu menampung dua kendaraan roda empat. Masuk ke pintu rumah, Tempo langsung mendapatkan ruang keluarga. Layaknya rumah baru, tidak begitu banyak perabotan di ruang itu. Di ruang menonton, sebuat televisi 32 inch berjenis LED merek Sharp berdiri di hadapan seperangkat sofa putih. Di belakang sofa itu, sebuah meja makan dengan delapan bangku berdampingan dengan dapur seluas 3×5 meter.

Di dalam dapur sendiri tidak terlalu banyak barang, hanya sebuah lemari pendingin berpintu dua dengan merek Samsung dan sejumlah alat masak. Di sisi lain ruang keluarga, terdapat sebuah sofa abu-abu berdampingan dengan lemari kaca, tanpa isi. Dan di samping sofa itu, sebuah pintu geser berkaca menghadap ke taman belakang. Ada air terjun buatan di sana.

Terus berjalan ke utara rumah, Tempo menjumpai tenda besar berkain putih dan merah. Tenda itu menaungi bagian rumah yang kerap dijadikan lahan parkir oleh penghuni sebelumnya. Di antara lahan parkir dan ruang keluarga, terlihat ruang tamu dengan lukisan besar berukir surat AlQuran dan sebuah televisi Sharp, sama seperti di ruang keluarga. Tidak ada perabotan di ruang tersebut, hanya deretan sejadah yang digunakan alas bagi peserta pengajian.

Sekitar pukul 19.45 WIB, gema mengaji perlahan berhenti, menandakan acara sudah selesai. Para tamu mulai medatangi meja prasmanan yang berisi beragam penganan, seperti bakso Malang dan semur daging sapi.

CORNILA DESYANA

 

sumber : tempo.co

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 233 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: